Dahaga-ku bersemburat
Celah - celah tersibak berkilau
Terik menyilaukan menerjang lensa mata
Memaksaku tuk turun dari singgasana-ku
Ogah
Aku menggeliat bagai ulat
Hari para burung cinta terlewati
Dan hari berbeda telah tiba
Sang sinar memojokkanku
Dengan kilau yang sangat mengusik itu
Aku ingin terkulai lagi
Karena dunia yang lalu sungguh mencekik
Aku ingin bermimpi lagi
Karena dunia yang lalu memakan semua dambaku
Detik - detik berlalu
Semua yang hitam itu kini berubah putih
Karena ia sudah berada di atas
Kicau perabotan dan hewan - hewan besi bertalu - talu
Menggelitik telingaku
Ahh..
Dengan ogah kulipat permadani surgaku
Dan turun dari takhta-ku
No comments:
Post a Comment