Anak itu meringis lagi
Entah...
Apa yang ada di benaknya
Dengan riasan lebam di pipi
dan kaki kecilnya yang bergetar, merinding
Tersenyum menatapku
Seolah esok tiada beban
Perempuan
Perselingkuhan
Amarah
Denting porselen menari - nari
Sosoknya..
Terduduk..
Diantara jarum - jarum yang menusuk tiada ampun
Dengan tangannya yang redup
Dengan tubuhnya yang bergetar mungil
Meringis..
Apa ia meringis lagi?
Rautnya terlukis di benakku
Semenjak hari itu
Setelah genting berubah senyap
Dan lampu dimatikan
Merah - merah itu masih terlihat
Diantara prasasti jejaknya yang mungil
Ah..
Ia pasti meringis lagi
No comments:
Post a Comment