Diantara sinar - sinar surya yang menjelang mati
Senyumnya tersungging picik penuh maksud
Entah
Scarlet di jubahnya mulai membeku
Membeku seakan bosan
Bilah besi di sakunya yang juga bosan
Menggelantung tak menentu
Pedang-kah itu? Parang-kah itu?
Semua yang nampak bisu tak menentu itu bosan
Bosan dengan darah yang menari - nari
Sosok itu berjalan
Merobek lukisan langit sore dan scarlet yang terbakar
Dengan sedikit senyuman dari paras, amuknya
Tanpa ampun
Dan dengan indahnya ia menari
Kilauan bilah memekik, berputar dan pecah
Di antara jeritan nyanyian kematian yang miris
No comments:
Post a Comment