di antara amarah
murka penjuru dunia
tangan-tangan itu menari
seakan digerayangi
jiwa-jiwa tersayat mati
terhadapnya sang pengelana
pembawa kabut penderitaan
matanya merah
tertawa dalam dusta
bermandikan darah
lukisan langit senjakala
dengan baju lusuh ala kadarnya
dengan belati kecil sahabatnya
dengan senyuman manis di wajahnya
sang pengelana berjalan
berkelana menebar cerita
entah
apa makna ceritanya
karena semuanya
lenyap begitu saja
No comments:
Post a Comment