Tuesday, 21 January 2014

[POETRY] Sang Pengelana

tubuhnya menyala

di antara amarah

murka penjuru dunia

tangan-tangan itu menari

seakan digerayangi

jiwa-jiwa tersayat mati



terhadapnya sang pengelana

pembawa kabut penderitaan

matanya merah

tertawa dalam dusta

bermandikan darah

lukisan langit senjakala



dengan baju lusuh ala kadarnya

dengan belati kecil sahabatnya

dengan senyuman manis di wajahnya

sang pengelana berjalan

berkelana menebar cerita

entah

apa makna ceritanya

karena semuanya

lenyap begitu saja

READ MORE

sang pengelana | Kemudian.com

No comments:

Post a Comment